Bagi sebagian orang tua, salah satu hal yang paling ditunggu dalam perkembangan anak adalah munculnya kata-kata pertama, kalimat sederhana, atau kemampuan anak untuk menceritakan apa yang ia inginkan.
Namun, komunikasi tidak selalu dimulai dari kata-kata.
Seorang anak mungkin belum banyak berbicara, tetapi sudah menunjukkan keinginannya melalui tatapan, gerakan tubuh, ekspresi wajah, menunjuk, membawa orang tua ke suatu tempat, atau menggunakan suara tertentu.
Memahami hal ini penting karena komunikasi adalah proses yang lebih luas daripada kemampuan berbicara.
Bicara dan Komunikasi Tidak Selalu Sama
Berbicara merupakan salah satu bentuk komunikasi. Namun, komunikasi juga dapat dilakukan melalui berbagai cara.
Misalnya, anak:
- menunjuk benda yang diinginkannya;
- menarik tangan orang tua menuju sesuatu;
- memberikan benda kepada orang lain;
- mengangguk atau menggeleng;
- menggunakan ekspresi wajah;
- meniru gerakan;
- menggunakan suara tertentu;
- atau menggunakan sistem komunikasi visual sesuai kebutuhannya.
Bentuk komunikasi tersebut merupakan bagian dari cara anak berinteraksi dengan lingkungan.
Karena itu, ketika anak belum banyak berbicara, penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa anak tidak memiliki keinginan untuk berkomunikasi.
Perhatikan Apa yang Ingin Disampaikan Anak
Cobalah melihat perilaku anak sebagai sebuah bentuk komunikasi.
Ketika anak menunjuk ke arah lemari, mungkin ia sedang meminta sesuatu.
Ketika anak membawa gelas kepada orang tua, mungkin ia sedang ingin minum.
Ketika anak menarik tangan orang tua menuju pintu, mungkin ia sedang menunjukkan bahwa ia ingin keluar.
Dengan memperhatikan pola seperti ini, orang tua dapat mulai memahami cara anak menyampaikan kebutuhannya.
Bagaimana Orang Tua Dapat Membantu?
1. Beri Kesempatan Anak untuk Berkomunikasi
Jangan selalu langsung memberikan apa yang anak inginkan sebelum ia memiliki kesempatan untuk menyampaikan sesuatu.
Berikan waktu beberapa detik dan lihat apakah anak memberikan respons, menunjuk, melihat benda, menggunakan suara, atau menggunakan cara komunikasi lainnya.
Tujuannya bukan membuat anak frustrasi, tetapi memberikan kesempatan untuk mengambil peran dalam komunikasi.
2. Gunakan Bahasa yang Sederhana
Sesuaikan kalimat dengan kemampuan anak.
Daripada memberikan instruksi yang panjang, gunakan kalimat sederhana dan jelas.
Misalnya:
“Mau minum?”
atau
“Ambil sepatu.”
Setelah itu, berikan waktu kepada anak untuk memproses dan merespons.
3. Ikuti Minat Anak
Jika anak sedang bermain mobil, orang tua dapat ikut bermain sambil memperkenalkan kata-kata sederhana seperti:
“mobil,”
“jalan,”
“berhenti,”
“lagi.”
Interaksi yang mengikuti minat anak dapat menjadi kesempatan alami untuk membangun komunikasi.
4. Hargai Semua Upaya Komunikasi
Ketika anak mencoba berkomunikasi, responslah usaha tersebut.
Jika anak menunjuk sambil melihat ke arah minuman, orang tua dapat mengatakan:
“Mau minum? Ini minum.”
Dengan demikian, orang tua membantu menghubungkan maksud anak dengan kata atau simbol yang sesuai.
5. Jangan Membandingkan Anak
Setiap anak memiliki perkembangan dan kebutuhan yang berbeda.
Ada anak yang mulai berbicara lebih awal, sementara anak lainnya membutuhkan dukungan lebih banyak untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya.
Yang lebih penting adalah memperhatikan perkembangan anak dari waktu ke waktu, bukan membandingkannya dengan anak lain.
Kapan Orang Tua Perlu Mencari Bantuan Profesional?
Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan komunikasi, bahasa, atau perkembangan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Evaluasi dapat membantu memahami kemampuan anak saat ini, kebutuhan yang perlu diperhatikan, serta bentuk dukungan yang paling sesuai.
Di Spectrum Treatment Center, proses asesmen dilakukan oleh tim profesional dan hasilnya menjadi dasar dalam menentukan terapi, pendidikan, atau penanganan lain yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak. Spectrum juga menyediakan Speech Therapy sebagai salah satu program terapi.
Komunikasi Adalah Tentang Terhubung
Tujuan komunikasi bukan semata-mata membuat anak mampu mengucapkan sebanyak mungkin kata.
Yang tidak kalah penting adalah membantu anak menyampaikan kebutuhan, memahami orang lain, berinteraksi, dan memiliki cara untuk terhubung dengan lingkungan di sekitarnya.
Mungkin hari ini anak baru mampu menunjuk.
Besok ia mungkin mulai meniru suara.
Kemudian, suatu hari ia mengucapkan satu kata untuk menyampaikan keinginannya.
Setiap langkah tersebut memiliki arti.
Di Spectrum Treatment Center, kami percaya bahwa setiap anak memiliki cara dan perjalanan perkembangan yang unik. Dengan pemahaman, dukungan, dan pendampingan yang tepat, setiap bentuk komunikasi dapat menjadi langkah menuju kemampuan yang lebih mandiri.